Wedding Trisno Jalaran Soko Kulino

Senin, 29 November 2010

Do'a Anakku

Sudah menjadi kebiasaanku tiap minggu untuk mengisi weekend dengan keluarga. Sabtu Minggu kemaren aku berencana mengajak anakku renang. Tapi entah kenapa keinginan itu gak terkabul, banyak sekali pekerjaan rumah yang membuatku membatalkannya. Meskipun tidak renang toh aku sudah puas juga seharian bermain dengan anak-anakku.
Hari minggu sore pun menjelang, saat-saat terberat dalam hidupku. Minggu sore adalah waktu dimana aku harus balik ke Jakarta meninggalkan keluargaku. Anakku yg besar merengek agar aku jangan balik ke Jakarta alasannya dia masih kangen. Setelah aku berikan pengertian dengan berat hati dia pun melepaskan kepergianku. Tak lupa sebelum aku pergi dia mengajukan permintaan. Dia minta dibelikan pelampung buat renang. Ya sayang, ayah akan membelikannya.
Jam tiga dinihari senin aku terbangun di kereta, ada sms masuk ke HPku. Kulihat inbox ternyata SMS berasal dari isteriku. Inilah bunyi sms isteriku:"dengerke Athan berdo'a sebelum tidur terharu, Bismika allahumma...Ya Allah nanti Athan mimpi ketemu Ayah Dono di Jakarta terus beli pelampung buat renang sama om lim dan om cheppy". Ayah mana yang gak terharu lihat sms seperti itu. Untuk ketemu ayahnya saja harus lewat mimpi. Anakku juga masih inget sama om lim dan om cheppy. Berarti kedua temenku itu bener2 membekas di hatinya. Terima kasih om Lim dan Om Cheppy. Semoga suatu saat nanti kalian bisa main lagi ke rumah.

Jumat, 19 November 2010

My heart arrives before the train comes

"A journey home is never too long
My heart arrives before the train comes
Home hopes to heal the deepest pain"
.....

Bagaimana tidak, setiap hari Jumat pikiranku sudah melayang. Terbang jauh melintasi gunung, bukit dan daratan luas sejauh ratusan kilometer. Bahkan hatiku sudah sampai karanyanyar meskipun jam kantor belum menunjukkan jam 5 sore.
Kadang jasad ini merupakan penjara bagi jiwaku. Disaat aku ingin bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi jasad ini kadang menghalangiku. Jasad yang berada jauh di Jakarta sedangkan pikiran selalu berada di Karanganyar.
Hari ini seperti Hari Jumat biasannya. Sibuk dengan rutinitas selama seminggu tidak membuatku lupa akan mereka. Aku bayangkan kedua buah hatiku menyambut kedatanganku. Anakku yang pertama menyambutku dengan senyuman manisnya. Sedangkan anakku yang kedua menyambutku dengan tatapan memelas pertanda dia pingin di gendong. Larut aku dalam lamunan membayangkan semua itu meski jasad masih di kantor.
Yen tak pikir aku kudu ngguyu dewe.....

Rabu, 17 November 2010

Undian Itu....


Semua berawal dari hasil undian hari selasa kemaren.
Sudah menjadi kesepakatan temen-temen kantorku. Setiap Jumat pagi ada acara sarapan bareng. Semua orang berkesempatan untuk menentukan menu dan menyiapkannya. Siapa yang beruntung untuk menyiapkannya tergantung pada hasil Undian.
Selasa kemaren undian itu dilaksanakan dan hasilnya membuatku sangat terkejut. Aku menjadi lelaki yang terpilih. Terkejut seakan tidak percaya aku dibuatnya. Bingung tentu saja menggelayuti pikiranku. Apa ya yang harus aku persiapkan? Apa yang harus aku sajikan? Jujur saja selama di Jakarta aku gak ngerti tempat jajan. Untuk makan pun aku gak pernah pilih-pilih mana makanan yang enak dan yang tidak. Makan yang penting kenyang menurutku. Bagaimana caranya agar aku tidak mengecewakan temen2ku? Ah, benci aku dengan keadaan ini...
Tapi tak apalah semua adalah tantangan buatku. Masih ada dua hari untuk mempersiapkannya. Apalagi Rabu adalah hari libur, bisa kumanfaatkan untuk mencari ide.Seharian mencari ide tapi selalu buntu, mau bawa apa ya hari jumat? Deg2an terus hatiku, berdebar jantungku dibuatnya. Dan akhirnya aku tambah gugup....

Dampak Erupsi Merapi

Korban Merapi Oktober Noember 2010 Muntilan:
"Ini adalah akibat erupsi Gunung Merapi Oktober Nopember 2010 di Muntilan"

www.this-is-my-story.com/v/9P4S182KY327

www.this-is-my-story.com/v/9P4S182KY327

Selasa, 02 November 2010

Hari ini...

Pondok Safari, Selasa 2 November 2010 Pukul 20:02

Capek, mungkin itulah kata yg tepat untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Pekerjaan kantor membuatku penat. Belum lagi membayangkan perjalanan pulang dari kantor ke kost.
Dari kantor sengaja habis maghrib tapi setelah shalat maghrib ternyata hujan mengguyur kantor. Dengan terpaksa kukenakan jas hujan, walau kelihatan ribet tapi tak apalah yg penting laptop aman.
Sampai ditengah jalan adzan ashar sudah berkumandang, ingin rasanya mampir ke masjid untuk shalat isya tapi karena ribet pakai jas hujan akhirnya kuputuskan untuk meneruskan perjalanan. Rasanya menyesal sekali tidak bisa shalat isya berjamaah di masjid karena hal yang membedakan antara seorang munafik dengan seorang beriman adalah shalat isya dan subuh. Apakah malam ini aku sudah termasuk orang Munafik?
Sampai di kost sudah jam setengah delapan langsung mandi dan shalat isya. Seperti hari2 biasanya, sebelum tidur waktunya internetan. Tapi malam ini rasa kangen kepada anak dan isteriku begitu memuncak. Kutelpon isteri yang berada nun jauh disana kutanyakan bagaimana kabar anak2ku. Menurut isteriku anak2ku sudah pada tidur. Membayangkan anak2 yg sedang tidur selalu membuatku terharu. Aku akan selalu ingat bagaimana lucunya mereka ketika sedang tidur. Ingin rasanya memeluk mereka dan tak akan kulepaskan. Ingin menemani malam mereka. Ingin memberikan kehangatan dalam tidur mereka. Aku selalu menantikan saat2 bersama mereka. Entah sampai kpan aku bisa menjaga mereka setiap hari. Seminggu sekali sangatlah kurang bagiku.
Semoga suatu saat nanti aku bisa berkumpul dengan mereka. Biarlah malam ini menjadi saksi betapa aku merindukannya

Senin, 01 November 2010

Say No To Matic...

Berikut ini percakapan antara pengendara Sepeda Motor Suzuki Shogun dengan pengendara Yamaha Mio:
Shogun: Lelaki sejati pasti oper gigi
Mio: (gak terima) Apa hebatnya oper gigi, mending aku, Motornya matic istrinya cantik
Shogun: Apa gunanya isteri cantik kalau gak bisa oper gigi?
Mio: Apa hubungannya?
Shogun: Lebih baik oper gigi daripada ibu tiri
Mio: Lebih baik oper kredit daripada oper gigi
Shogun: Pakai Matic? Skalian saja pakai lipstick.
.....

Senin, 27 September 2010

DIA......

Bahkan ketika harus kuarungi samudera, kudaki gunung Es, Kubabat hutan hanya untuk mendapatkan bunga kesayangannya Dia pasti hanya akan bilang, "Nemu dimana bunga ini?". Atau dia mungkin akan bilang,"Siapa yang ngasih ini?". Ya sudahlah, aku juga tidak mengharapkan balasan atas pengorbananku ini. Aku hanya berusaha untuk ikhlas. Aku akan terus berusaha memberikan yang terbaik walau itu selalu salah dimatanya. Aku akan berusaha untuk membuang keinginan mendapatkan apresiasi darinya. HIdup akan terus berlalu meskipun tanpa penghargaan darinya. Ada sesuatu yang lebih penting daripada itu semua.

Selasa, 31 Agustus 2010

"Memakmurkan" Lingkungan Sekitar Masjid

Seperti biasanya aku lebih senang shalat taraweh di Masjid Kantor daripada di masjid deket kost. Kalau aku taraweh di Masjid deket kost akau harus pulang tepat jam setengah lima. Sampai kost udah hampir magrib. Habis buka puasa sudah isya dan dilanjutkan dengan teraweh. Dijamin ketika mendengarkan ceramah sebelum taraweh pasti aku tertidur. Tak terbayangkan betapa capeknya kalau harus taraweh di Masjid deket kost. Tetapi ketika taraweh di Masjid kantor selesainya lebih awal dan nyampe rumah bisa langsung tidur.
Taraweh di Masjid kantor lebih cepat dibandingkan taraweh di Masjid-masjid lainnya karena di Masjid Kantor tidak ada ceramahnya. Sebagian besar Masjid di Jakarta ada ceramah antara shalat isya dan taraweh. Meskipun tidak ada tuntunannya tetapi tradisi tersebut sudah dianggap baik oleh sebagian orang.
Jam 8 malam shalat taraweh dan witir dah selesai dan biasanya aku langsung pulang. Dalam perjalanan pulang aku melewati beberapa masjid yang masih melaksanakan shalat taraweh. Ada sesuatu yang mengganjal benakku ketika aku melewati sebuah masjid. Masjid itu cukup besar namun sayang jamaahnya sedikit sekali. Bahkan sepintas aku lihat hanya satu shaf saja. Yang membuatku lebih tercengan adalah suasana di sekitar lingkungan Masjid. Begitu ramai orang lalu lalang. Pedagang menjajakan dagangannya. Muda-mudi asyik berjalan bergandengan tangan. Orang tua asyik bermain-main dengan anaknya. Ketika imam dengan syahdunya membacakan ayat suci al qur'an, orang-orang yang diluar masjid asyik ngobrol bersenda gurau bahkan berteriak-teriak. Sungguh sangat ironis sekali pemandangan pada waktu itu. Mereka lebih memilih jalan menyimpang padahal di depan mata mereka ditawarkan surga yang mengalir sungai dibawahnya. Mereka lebih senang "memakmurkan" lingkungan di sekitar masjid daripada memakmurkan masjid dengan ibadah.
YA allah lipat gandakanlah pahala untuk jama'ah shalat taraweh di masjid itu dan berikanlah petunjukMu untuk orang-orang di luar masjid itu.

Senin, 30 Agustus 2010

Aku Pasti Akan Sangat Merindukannya

Perjalanan, adalah kata yang tidak pernah bisa lepas dari kehidupanku. Dalam seminggu aku bisa melakukan perjalanan sepanjang 1.018 km dengan perincian sebagai berikut:
-Jakarta Solo PP :2 X 477 km = 954 km
-Solo Karanganyar PP :2 x 15 km = 30 km
-Kantor ke Kost PP :5 x 17 km = 34 km
Sebuah perjalanan yang fantastis, dalam sebulan saja aku bisa melakukan perjalanan sepanjang 4.500 km. Walau terkadang sangat membosankan pasti suatu saat nanti aku akan sangat merindukannya.
Aku masih inget ketika enam tahun yang lalu, aku harus nglaju dari Solo Surabaya selama lebih dari dua tahun. Pada waktu itu aku merasakan sangat capek, bosan dan kadang mengutuk diri sendiri. Namun sekarang aku baru merasakan kerinduan mendalam akan kenangan-kenangan indah perjalanan naik bis atau kadang kereta dari Solo Surabaya. Ingin sekali aku melakukan perjalanan lagi naik Bis Eka dari Solo ke Karangayar. Kesempaan itu sepertinya bakal terwujud karena hari ini aku dapet Surat Tugas untuk dinas ke Surabaya pada hari Rabu tgl 1 September 2010. Semoga perjalanan nanti akan semakin membuatku bersyukur karena aku selama 2 tahun bisa menjalaninya.
Perjalanan solo-Surabaya sudah berakhir, sekarang ganti Jakarta Karanganyar. Secara jarak perjalanan sekarang lebih panjang dan lama. memang saat ini sangat membosankan dan melelahkan. Namun aku akan terus bersyukur karena pada suatu hari nanti, saat aku sudah tidak di Jakarta lagi aku pasti akan sangat merindukannya.
The long and winding road.

Kamis, 26 Agustus 2010

Egois

Egois adalah sikap ingin menang sendiri. Orang yang egois senantiasa melampiaskan nafsunya tanpa mempertimbangkan hak orang lain. Semua manusia memiliki sikap egois hanya kadarnya berbeda-beda. Aku sendiri memiliki daftar orang yang kuanggap sangat egois yaitu:
1. Orang yang merokok di kendaraan umum. Bagiku orang ini sangat keterlaluan. Apakah tak terpikirkan olehnya bahwa asap rokok itu sangat mengganggu orang disekitarnya? Aku dulu pernah menjadi perokok hebat namun aku gak pernah meroko ditempat umum. Kebutuhan paling mendasar makhluk hidup adalah bernafas. Bagaimana mau enak bernafas kalau udara yang ada di sekitarnya sudah tercemar?
2. Orang yang duduk dengan santainya di dalam kendaraan umum padahal ada perempuan yang berdiri. Ini adalah salah satu bentu egoisnya kaum lelaki. Tak tahukah mereka bahwa wanita itu makhluk yang indah? Makhluk yang lemah (secara fisik)?
3. Orang yang sholat di Masjid membawa sajadah sendiri dan sajadahnya besar sekali. Sajadah yang besar akan menghasilakn ruang kosong antara si empunya sajadah dengan jama'ah lain yang ada di kanan atau kirinya. Padahal salah satu kesempurnaan shalat adalah tertibnya shaf. Shaf yang tertib adalah shaf yang rapet dan rapi. shaf yang rapet adalah ketika bahu ketemu bahu dan kaki ketemu kaki (antar jamaah). Bagaimana suatu shaf dikatakan rapet kalau ada ruang antara jamaah satu dengan jamaah lainnya. Bagaimana suatu shaf dikatakan rapi kalau shafnya bolong-bolong? secara tidak langsung orang yang menggunakan sajadah yang besar telah merusak shalat berjama'ah.
4. Orang yang membunyikan klakson padahal jalanan macet. Sungguh keterlaluan orang jenis ini. Sudah tahu kalau jalanan macet, jalanan tidak akan lancar hanya karena membunyikan klakson. Tapi mengapa mereka mlah menambah kesemrawutan jalan raya dengan bunyi klaksonnya? Sadis!!!

Rabu, 25 Agustus 2010

Bukan Siapa Siapa

Terima kasih ya Allah Kau telah menjadikan aku manusia biasa. Kau menjadikanku bukan siapa-siapa.
Tak terbayangkan jika Kau menjadikan aku seganteng dan sekaya Christiano Ronaldo. Jika aku menjadi dia aku pasti telah mengumbar syahwatku.
Kau tidak menjadikanku seorang ulama terkenal. Jika aku seorang ulama terkenal pasti aku telah ngoceh kemana-mana, bicara tentang agama namun aku sendiri tidak bisa melaksakan apa yang aku omongkan.
Kau tidak menjadikan aku seromantis para musisi terkenal. Jika aku seorang musisi berapa banyak wanita yang akan kusakiti.
Kau tidak menjadikan aku seorang pelawak.Jika aku seorang pelawak berapa banyak orang yang terjerumus karena menertawakan kekurangan orang lain.
Kau tidak menjadikanku ilmuwan terkenal. Jika kau menjadikan aku seorang ilmuwan betapa sombongnya aku dengan secuil ilmu pengetahuan yang kupunyai.
Terimakasih ya Allah atas semua nikmat yang kau berikan kepadaku. Aku bangga karena tidak ada dalam diriku yang bisa membuatku bangga.

Senin, 08 Februari 2010

Dadi Tontonan

Seperti biasa, tiap minggu sore aku harus sudah bersiap-siap melakukan perjalanan jauh. Jakarta Karanganyar bukanlah jarak yang pendek butuh waktu sekitar 12 jam. Dengan waktu selama itu tentu membuat sebagian orang akan sangat bosan. Namun tidak denganku, aku mencoba untuk menikmati setiap perjalanan yang aku lewati. Dari rumah sekitar jam 4 sore. Meskipun kereta berangkat dari solo jam 6 malam namun aku harus berangkat lebih awal karena maklum untuk sampai ke Solo aku harus naik bus dulu dari Karanganyar. Bus Jurusan Karanganyar Solo bisa dibilang sedikit karena tidak setiap setengah jam ada.
Kereta tepat berangkat jam 6 sore dari Stasiun Solo Balapan. Mulanya perjalanan seperti biasa. Namun ketika melintasi Stsiun Purwosari ada perasaan haru sekaligus sedih. Kenapa? Di Stasiun itu banyak sekali orang berkerumun menyaksikan kereta yang lewat. Mereka bersuka cita menyaksikan kereta lewat. Mereka berkumpul dengan keluarga. Ada bapak yang menggandeng anaknya, ada ibu yang menggendong anaknya dan ada beberapa anak2 yang bermain sepakbola sembari menyaksikan kereta yang lewat? Kalau ditanya siapa orang yang membuatku iri? Pada waktu itu aku pasti akan menjawab merekalah orang yang membuatku iri. Kenapa harus iri? ya iri karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga di hari minggu sore, mereka bisa bertemu dengan keluarga yang mereka sayangi hampir tiap hari. Hampir tiap minggu ternyata aku dadi tontonan (jadi tontonan). Kapan aku bisa menjadi Subyek? kenapa aku harus selalu menjadi obyek?