Seperti biasa, tiap minggu sore aku harus sudah bersiap-siap melakukan perjalanan jauh. Jakarta Karanganyar bukanlah jarak yang pendek butuh waktu sekitar 12 jam. Dengan waktu selama itu tentu membuat sebagian orang akan sangat bosan. Namun tidak denganku, aku mencoba untuk menikmati setiap perjalanan yang aku lewati. Dari rumah sekitar jam 4 sore. Meskipun kereta berangkat dari solo jam 6 malam namun aku harus berangkat lebih awal karena maklum untuk sampai ke Solo aku harus naik bus dulu dari Karanganyar. Bus Jurusan Karanganyar Solo bisa dibilang sedikit karena tidak setiap setengah jam ada.
Kereta tepat berangkat jam 6 sore dari Stasiun Solo Balapan. Mulanya perjalanan seperti biasa. Namun ketika melintasi Stsiun Purwosari ada perasaan haru sekaligus sedih. Kenapa? Di Stasiun itu banyak sekali orang berkerumun menyaksikan kereta yang lewat. Mereka bersuka cita menyaksikan kereta lewat. Mereka berkumpul dengan keluarga. Ada bapak yang menggandeng anaknya, ada ibu yang menggendong anaknya dan ada beberapa anak2 yang bermain sepakbola sembari menyaksikan kereta yang lewat? Kalau ditanya siapa orang yang membuatku iri? Pada waktu itu aku pasti akan menjawab merekalah orang yang membuatku iri. Kenapa harus iri? ya iri karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga di hari minggu sore, mereka bisa bertemu dengan keluarga yang mereka sayangi hampir tiap hari. Hampir tiap minggu ternyata aku dadi tontonan (jadi tontonan). Kapan aku bisa menjadi Subyek? kenapa aku harus selalu menjadi obyek?