Seperti biasanya aku lebih senang shalat taraweh di Masjid Kantor daripada di masjid deket kost. Kalau aku taraweh di Masjid deket kost akau harus pulang tepat jam setengah lima. Sampai kost udah hampir magrib. Habis buka puasa sudah isya dan dilanjutkan dengan teraweh. Dijamin ketika mendengarkan ceramah sebelum taraweh pasti aku tertidur. Tak terbayangkan betapa capeknya kalau harus taraweh di Masjid deket kost. Tetapi ketika taraweh di Masjid kantor selesainya lebih awal dan nyampe rumah bisa langsung tidur.
Taraweh di Masjid kantor lebih cepat dibandingkan taraweh di Masjid-masjid lainnya karena di Masjid Kantor tidak ada ceramahnya. Sebagian besar Masjid di Jakarta ada ceramah antara shalat isya dan taraweh. Meskipun tidak ada tuntunannya tetapi tradisi tersebut sudah dianggap baik oleh sebagian orang.
Jam 8 malam shalat taraweh dan witir dah selesai dan biasanya aku langsung pulang. Dalam perjalanan pulang aku melewati beberapa masjid yang masih melaksanakan shalat taraweh. Ada sesuatu yang mengganjal benakku ketika aku melewati sebuah masjid. Masjid itu cukup besar namun sayang jamaahnya sedikit sekali. Bahkan sepintas aku lihat hanya satu shaf saja. Yang membuatku lebih tercengan adalah suasana di sekitar lingkungan Masjid. Begitu ramai orang lalu lalang. Pedagang menjajakan dagangannya. Muda-mudi asyik berjalan bergandengan tangan. Orang tua asyik bermain-main dengan anaknya. Ketika imam dengan syahdunya membacakan ayat suci al qur'an, orang-orang yang diluar masjid asyik ngobrol bersenda gurau bahkan berteriak-teriak. Sungguh sangat ironis sekali pemandangan pada waktu itu. Mereka lebih memilih jalan menyimpang padahal di depan mata mereka ditawarkan surga yang mengalir sungai dibawahnya. Mereka lebih senang "memakmurkan" lingkungan di sekitar masjid daripada memakmurkan masjid dengan ibadah.
YA allah lipat gandakanlah pahala untuk jama'ah shalat taraweh di masjid itu dan berikanlah petunjukMu untuk orang-orang di luar masjid itu.
Selasa, 31 Agustus 2010
Senin, 30 Agustus 2010
Aku Pasti Akan Sangat Merindukannya
Perjalanan, adalah kata yang tidak pernah bisa lepas dari kehidupanku. Dalam seminggu aku bisa melakukan perjalanan sepanjang 1.018 km dengan perincian sebagai berikut:
-Jakarta Solo PP :2 X 477 km = 954 km
-Solo Karanganyar PP :2 x 15 km = 30 km
-Kantor ke Kost PP :5 x 17 km = 34 km
Sebuah perjalanan yang fantastis, dalam sebulan saja aku bisa melakukan perjalanan sepanjang 4.500 km. Walau terkadang sangat membosankan pasti suatu saat nanti aku akan sangat merindukannya.
Aku masih inget ketika enam tahun yang lalu, aku harus nglaju dari Solo Surabaya selama lebih dari dua tahun. Pada waktu itu aku merasakan sangat capek, bosan dan kadang mengutuk diri sendiri. Namun sekarang aku baru merasakan kerinduan mendalam akan kenangan-kenangan indah perjalanan naik bis atau kadang kereta dari Solo Surabaya. Ingin sekali aku melakukan perjalanan lagi naik Bis Eka dari Solo ke Karangayar. Kesempaan itu sepertinya bakal terwujud karena hari ini aku dapet Surat Tugas untuk dinas ke Surabaya pada hari Rabu tgl 1 September 2010. Semoga perjalanan nanti akan semakin membuatku bersyukur karena aku selama 2 tahun bisa menjalaninya.
Perjalanan solo-Surabaya sudah berakhir, sekarang ganti Jakarta Karanganyar. Secara jarak perjalanan sekarang lebih panjang dan lama. memang saat ini sangat membosankan dan melelahkan. Namun aku akan terus bersyukur karena pada suatu hari nanti, saat aku sudah tidak di Jakarta lagi aku pasti akan sangat merindukannya.
The long and winding road.
-Jakarta Solo PP :2 X 477 km = 954 km
-Solo Karanganyar PP :2 x 15 km = 30 km
-Kantor ke Kost PP :5 x 17 km = 34 km
Sebuah perjalanan yang fantastis, dalam sebulan saja aku bisa melakukan perjalanan sepanjang 4.500 km. Walau terkadang sangat membosankan pasti suatu saat nanti aku akan sangat merindukannya.
Aku masih inget ketika enam tahun yang lalu, aku harus nglaju dari Solo Surabaya selama lebih dari dua tahun. Pada waktu itu aku merasakan sangat capek, bosan dan kadang mengutuk diri sendiri. Namun sekarang aku baru merasakan kerinduan mendalam akan kenangan-kenangan indah perjalanan naik bis atau kadang kereta dari Solo Surabaya. Ingin sekali aku melakukan perjalanan lagi naik Bis Eka dari Solo ke Karangayar. Kesempaan itu sepertinya bakal terwujud karena hari ini aku dapet Surat Tugas untuk dinas ke Surabaya pada hari Rabu tgl 1 September 2010. Semoga perjalanan nanti akan semakin membuatku bersyukur karena aku selama 2 tahun bisa menjalaninya.
Perjalanan solo-Surabaya sudah berakhir, sekarang ganti Jakarta Karanganyar. Secara jarak perjalanan sekarang lebih panjang dan lama. memang saat ini sangat membosankan dan melelahkan. Namun aku akan terus bersyukur karena pada suatu hari nanti, saat aku sudah tidak di Jakarta lagi aku pasti akan sangat merindukannya.
The long and winding road.
Kamis, 26 Agustus 2010
Egois
Egois adalah sikap ingin menang sendiri. Orang yang egois senantiasa melampiaskan nafsunya tanpa mempertimbangkan hak orang lain. Semua manusia memiliki sikap egois hanya kadarnya berbeda-beda. Aku sendiri memiliki daftar orang yang kuanggap sangat egois yaitu:
1. Orang yang merokok di kendaraan umum. Bagiku orang ini sangat keterlaluan. Apakah tak terpikirkan olehnya bahwa asap rokok itu sangat mengganggu orang disekitarnya? Aku dulu pernah menjadi perokok hebat namun aku gak pernah meroko ditempat umum. Kebutuhan paling mendasar makhluk hidup adalah bernafas. Bagaimana mau enak bernafas kalau udara yang ada di sekitarnya sudah tercemar?
2. Orang yang duduk dengan santainya di dalam kendaraan umum padahal ada perempuan yang berdiri. Ini adalah salah satu bentu egoisnya kaum lelaki. Tak tahukah mereka bahwa wanita itu makhluk yang indah? Makhluk yang lemah (secara fisik)?
3. Orang yang sholat di Masjid membawa sajadah sendiri dan sajadahnya besar sekali. Sajadah yang besar akan menghasilakn ruang kosong antara si empunya sajadah dengan jama'ah lain yang ada di kanan atau kirinya. Padahal salah satu kesempurnaan shalat adalah tertibnya shaf. Shaf yang tertib adalah shaf yang rapet dan rapi. shaf yang rapet adalah ketika bahu ketemu bahu dan kaki ketemu kaki (antar jamaah). Bagaimana suatu shaf dikatakan rapet kalau ada ruang antara jamaah satu dengan jamaah lainnya. Bagaimana suatu shaf dikatakan rapi kalau shafnya bolong-bolong? secara tidak langsung orang yang menggunakan sajadah yang besar telah merusak shalat berjama'ah.
4. Orang yang membunyikan klakson padahal jalanan macet. Sungguh keterlaluan orang jenis ini. Sudah tahu kalau jalanan macet, jalanan tidak akan lancar hanya karena membunyikan klakson. Tapi mengapa mereka mlah menambah kesemrawutan jalan raya dengan bunyi klaksonnya? Sadis!!!
1. Orang yang merokok di kendaraan umum. Bagiku orang ini sangat keterlaluan. Apakah tak terpikirkan olehnya bahwa asap rokok itu sangat mengganggu orang disekitarnya? Aku dulu pernah menjadi perokok hebat namun aku gak pernah meroko ditempat umum. Kebutuhan paling mendasar makhluk hidup adalah bernafas. Bagaimana mau enak bernafas kalau udara yang ada di sekitarnya sudah tercemar?
2. Orang yang duduk dengan santainya di dalam kendaraan umum padahal ada perempuan yang berdiri. Ini adalah salah satu bentu egoisnya kaum lelaki. Tak tahukah mereka bahwa wanita itu makhluk yang indah? Makhluk yang lemah (secara fisik)?
3. Orang yang sholat di Masjid membawa sajadah sendiri dan sajadahnya besar sekali. Sajadah yang besar akan menghasilakn ruang kosong antara si empunya sajadah dengan jama'ah lain yang ada di kanan atau kirinya. Padahal salah satu kesempurnaan shalat adalah tertibnya shaf. Shaf yang tertib adalah shaf yang rapet dan rapi. shaf yang rapet adalah ketika bahu ketemu bahu dan kaki ketemu kaki (antar jamaah). Bagaimana suatu shaf dikatakan rapet kalau ada ruang antara jamaah satu dengan jamaah lainnya. Bagaimana suatu shaf dikatakan rapi kalau shafnya bolong-bolong? secara tidak langsung orang yang menggunakan sajadah yang besar telah merusak shalat berjama'ah.
4. Orang yang membunyikan klakson padahal jalanan macet. Sungguh keterlaluan orang jenis ini. Sudah tahu kalau jalanan macet, jalanan tidak akan lancar hanya karena membunyikan klakson. Tapi mengapa mereka mlah menambah kesemrawutan jalan raya dengan bunyi klaksonnya? Sadis!!!
Rabu, 25 Agustus 2010
Bukan Siapa Siapa
Terima kasih ya Allah Kau telah menjadikan aku manusia biasa. Kau menjadikanku bukan siapa-siapa.
Tak terbayangkan jika Kau menjadikan aku seganteng dan sekaya Christiano Ronaldo. Jika aku menjadi dia aku pasti telah mengumbar syahwatku.
Kau tidak menjadikanku seorang ulama terkenal. Jika aku seorang ulama terkenal pasti aku telah ngoceh kemana-mana, bicara tentang agama namun aku sendiri tidak bisa melaksakan apa yang aku omongkan.
Kau tidak menjadikan aku seromantis para musisi terkenal. Jika aku seorang musisi berapa banyak wanita yang akan kusakiti.
Kau tidak menjadikan aku seorang pelawak.Jika aku seorang pelawak berapa banyak orang yang terjerumus karena menertawakan kekurangan orang lain.
Kau tidak menjadikanku ilmuwan terkenal. Jika kau menjadikan aku seorang ilmuwan betapa sombongnya aku dengan secuil ilmu pengetahuan yang kupunyai.
Terimakasih ya Allah atas semua nikmat yang kau berikan kepadaku. Aku bangga karena tidak ada dalam diriku yang bisa membuatku bangga.
Tak terbayangkan jika Kau menjadikan aku seganteng dan sekaya Christiano Ronaldo. Jika aku menjadi dia aku pasti telah mengumbar syahwatku.
Kau tidak menjadikanku seorang ulama terkenal. Jika aku seorang ulama terkenal pasti aku telah ngoceh kemana-mana, bicara tentang agama namun aku sendiri tidak bisa melaksakan apa yang aku omongkan.
Kau tidak menjadikan aku seromantis para musisi terkenal. Jika aku seorang musisi berapa banyak wanita yang akan kusakiti.
Kau tidak menjadikan aku seorang pelawak.Jika aku seorang pelawak berapa banyak orang yang terjerumus karena menertawakan kekurangan orang lain.
Kau tidak menjadikanku ilmuwan terkenal. Jika kau menjadikan aku seorang ilmuwan betapa sombongnya aku dengan secuil ilmu pengetahuan yang kupunyai.
Terimakasih ya Allah atas semua nikmat yang kau berikan kepadaku. Aku bangga karena tidak ada dalam diriku yang bisa membuatku bangga.
Langganan:
Komentar (Atom)