Sudah menjadi kebiasaanku tiap minggu untuk mengisi weekend dengan keluarga. Sabtu Minggu kemaren aku berencana mengajak anakku renang. Tapi entah kenapa keinginan itu gak terkabul, banyak sekali pekerjaan rumah yang membuatku membatalkannya. Meskipun tidak renang toh aku sudah puas juga seharian bermain dengan anak-anakku.
Hari minggu sore pun menjelang, saat-saat terberat dalam hidupku. Minggu sore adalah waktu dimana aku harus balik ke Jakarta meninggalkan keluargaku. Anakku yg besar merengek agar aku jangan balik ke Jakarta alasannya dia masih kangen. Setelah aku berikan pengertian dengan berat hati dia pun melepaskan kepergianku. Tak lupa sebelum aku pergi dia mengajukan permintaan. Dia minta dibelikan pelampung buat renang. Ya sayang, ayah akan membelikannya.
Jam tiga dinihari senin aku terbangun di kereta, ada sms masuk ke HPku. Kulihat inbox ternyata SMS berasal dari isteriku. Inilah bunyi sms isteriku:"dengerke Athan berdo'a sebelum tidur terharu, Bismika allahumma...Ya Allah nanti Athan mimpi ketemu Ayah Dono di Jakarta terus beli pelampung buat renang sama om lim dan om cheppy". Ayah mana yang gak terharu lihat sms seperti itu. Untuk ketemu ayahnya saja harus lewat mimpi. Anakku juga masih inget sama om lim dan om cheppy. Berarti kedua temenku itu bener2 membekas di hatinya. Terima kasih om Lim dan Om Cheppy. Semoga suatu saat nanti kalian bisa main lagi ke rumah.
Senin, 29 November 2010
Jumat, 19 November 2010
My heart arrives before the train comes
"A journey home is never too long
My heart arrives before the train comes
Home hopes to heal the deepest pain".....
Bagaimana tidak, setiap hari Jumat pikiranku sudah melayang. Terbang jauh melintasi gunung, bukit dan daratan luas sejauh ratusan kilometer. Bahkan hatiku sudah sampai karanyanyar meskipun jam kantor belum menunjukkan jam 5 sore.
Kadang jasad ini merupakan penjara bagi jiwaku. Disaat aku ingin bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi jasad ini kadang menghalangiku. Jasad yang berada jauh di Jakarta sedangkan pikiran selalu berada di Karanganyar.
Hari ini seperti Hari Jumat biasannya. Sibuk dengan rutinitas selama seminggu tidak membuatku lupa akan mereka. Aku bayangkan kedua buah hatiku menyambut kedatanganku. Anakku yang pertama menyambutku dengan senyuman manisnya. Sedangkan anakku yang kedua menyambutku dengan tatapan memelas pertanda dia pingin di gendong. Larut aku dalam lamunan membayangkan semua itu meski jasad masih di kantor.
Yen tak pikir aku kudu ngguyu dewe.....
My heart arrives before the train comes
Home hopes to heal the deepest pain".....
Bagaimana tidak, setiap hari Jumat pikiranku sudah melayang. Terbang jauh melintasi gunung, bukit dan daratan luas sejauh ratusan kilometer. Bahkan hatiku sudah sampai karanyanyar meskipun jam kantor belum menunjukkan jam 5 sore.
Kadang jasad ini merupakan penjara bagi jiwaku. Disaat aku ingin bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi jasad ini kadang menghalangiku. Jasad yang berada jauh di Jakarta sedangkan pikiran selalu berada di Karanganyar.
Hari ini seperti Hari Jumat biasannya. Sibuk dengan rutinitas selama seminggu tidak membuatku lupa akan mereka. Aku bayangkan kedua buah hatiku menyambut kedatanganku. Anakku yang pertama menyambutku dengan senyuman manisnya. Sedangkan anakku yang kedua menyambutku dengan tatapan memelas pertanda dia pingin di gendong. Larut aku dalam lamunan membayangkan semua itu meski jasad masih di kantor.
Yen tak pikir aku kudu ngguyu dewe.....
Rabu, 17 November 2010
Undian Itu....
Semua berawal dari hasil undian hari selasa kemaren.
Sudah menjadi kesepakatan temen-temen kantorku. Setiap Jumat pagi ada acara sarapan bareng. Semua orang berkesempatan untuk menentukan menu dan menyiapkannya. Siapa yang beruntung untuk menyiapkannya tergantung pada hasil Undian.
Selasa kemaren undian itu dilaksanakan dan hasilnya membuatku sangat terkejut. Aku menjadi lelaki yang terpilih. Terkejut seakan tidak percaya aku dibuatnya. Bingung tentu saja menggelayuti pikiranku. Apa ya yang harus aku persiapkan? Apa yang harus aku sajikan? Jujur saja selama di Jakarta aku gak ngerti tempat jajan. Untuk makan pun aku gak pernah pilih-pilih mana makanan yang enak dan yang tidak. Makan yang penting kenyang menurutku. Bagaimana caranya agar aku tidak mengecewakan temen2ku? Ah, benci aku dengan keadaan ini...
Tapi tak apalah semua adalah tantangan buatku. Masih ada dua hari untuk mempersiapkannya. Apalagi Rabu adalah hari libur, bisa kumanfaatkan untuk mencari ide.Seharian mencari ide tapi selalu buntu, mau bawa apa ya hari jumat? Deg2an terus hatiku, berdebar jantungku dibuatnya. Dan akhirnya aku tambah gugup....
Dampak Erupsi Merapi
Korban Merapi Oktober Noember 2010 Muntilan:
"Ini adalah akibat erupsi Gunung Merapi Oktober Nopember 2010 di Muntilan"
"Ini adalah akibat erupsi Gunung Merapi Oktober Nopember 2010 di Muntilan"
Selasa, 02 November 2010
Hari ini...
Pondok Safari, Selasa 2 November 2010 Pukul 20:02
Capek, mungkin itulah kata yg tepat untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Pekerjaan kantor membuatku penat. Belum lagi membayangkan perjalanan pulang dari kantor ke kost.
Dari kantor sengaja habis maghrib tapi setelah shalat maghrib ternyata hujan mengguyur kantor. Dengan terpaksa kukenakan jas hujan, walau kelihatan ribet tapi tak apalah yg penting laptop aman.
Sampai ditengah jalan adzan ashar sudah berkumandang, ingin rasanya mampir ke masjid untuk shalat isya tapi karena ribet pakai jas hujan akhirnya kuputuskan untuk meneruskan perjalanan. Rasanya menyesal sekali tidak bisa shalat isya berjamaah di masjid karena hal yang membedakan antara seorang munafik dengan seorang beriman adalah shalat isya dan subuh. Apakah malam ini aku sudah termasuk orang Munafik?
Sampai di kost sudah jam setengah delapan langsung mandi dan shalat isya. Seperti hari2 biasanya, sebelum tidur waktunya internetan. Tapi malam ini rasa kangen kepada anak dan isteriku begitu memuncak. Kutelpon isteri yang berada nun jauh disana kutanyakan bagaimana kabar anak2ku. Menurut isteriku anak2ku sudah pada tidur. Membayangkan anak2 yg sedang tidur selalu membuatku terharu. Aku akan selalu ingat bagaimana lucunya mereka ketika sedang tidur. Ingin rasanya memeluk mereka dan tak akan kulepaskan. Ingin menemani malam mereka. Ingin memberikan kehangatan dalam tidur mereka. Aku selalu menantikan saat2 bersama mereka. Entah sampai kpan aku bisa menjaga mereka setiap hari. Seminggu sekali sangatlah kurang bagiku.
Semoga suatu saat nanti aku bisa berkumpul dengan mereka. Biarlah malam ini menjadi saksi betapa aku merindukannya
Capek, mungkin itulah kata yg tepat untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Pekerjaan kantor membuatku penat. Belum lagi membayangkan perjalanan pulang dari kantor ke kost.
Dari kantor sengaja habis maghrib tapi setelah shalat maghrib ternyata hujan mengguyur kantor. Dengan terpaksa kukenakan jas hujan, walau kelihatan ribet tapi tak apalah yg penting laptop aman.
Sampai ditengah jalan adzan ashar sudah berkumandang, ingin rasanya mampir ke masjid untuk shalat isya tapi karena ribet pakai jas hujan akhirnya kuputuskan untuk meneruskan perjalanan. Rasanya menyesal sekali tidak bisa shalat isya berjamaah di masjid karena hal yang membedakan antara seorang munafik dengan seorang beriman adalah shalat isya dan subuh. Apakah malam ini aku sudah termasuk orang Munafik?
Sampai di kost sudah jam setengah delapan langsung mandi dan shalat isya. Seperti hari2 biasanya, sebelum tidur waktunya internetan. Tapi malam ini rasa kangen kepada anak dan isteriku begitu memuncak. Kutelpon isteri yang berada nun jauh disana kutanyakan bagaimana kabar anak2ku. Menurut isteriku anak2ku sudah pada tidur. Membayangkan anak2 yg sedang tidur selalu membuatku terharu. Aku akan selalu ingat bagaimana lucunya mereka ketika sedang tidur. Ingin rasanya memeluk mereka dan tak akan kulepaskan. Ingin menemani malam mereka. Ingin memberikan kehangatan dalam tidur mereka. Aku selalu menantikan saat2 bersama mereka. Entah sampai kpan aku bisa menjaga mereka setiap hari. Seminggu sekali sangatlah kurang bagiku.
Semoga suatu saat nanti aku bisa berkumpul dengan mereka. Biarlah malam ini menjadi saksi betapa aku merindukannya
Senin, 01 November 2010
Say No To Matic...
Berikut ini percakapan antara pengendara Sepeda Motor Suzuki Shogun dengan pengendara Yamaha Mio:
Shogun: Lelaki sejati pasti oper gigi
Mio: (gak terima) Apa hebatnya oper gigi, mending aku, Motornya matic istrinya cantik
Shogun: Apa gunanya isteri cantik kalau gak bisa oper gigi?
Mio: Apa hubungannya?
Shogun: Lebih baik oper gigi daripada ibu tiri
Mio: Lebih baik oper kredit daripada oper gigi
Shogun: Pakai Matic? Skalian saja pakai lipstick.
.....
Shogun: Lelaki sejati pasti oper gigi
Mio: (gak terima) Apa hebatnya oper gigi, mending aku, Motornya matic istrinya cantik
Shogun: Apa gunanya isteri cantik kalau gak bisa oper gigi?
Mio: Apa hubungannya?
Shogun: Lebih baik oper gigi daripada ibu tiri
Mio: Lebih baik oper kredit daripada oper gigi
Shogun: Pakai Matic? Skalian saja pakai lipstick.
.....
Langganan:
Komentar (Atom)