Wedding Trisno Jalaran Soko Kulino

Jumat, 02 Oktober 2009

Sukses

Pagi itu aku ke kantor naik bis jemputan. Aku sengaja nggak naik motor karena motorku terkunci di kostan dan aku ga bawa kunci kost. Sepanjang jalan hanya melamun yang bisa kulakukan karena temen2 yang ada di bus pada tertidur dengan nyenyaknya. Lamunanku di dalam bis buyar gara-gara ada SMS masuk. SMS itu datang dari Yasak, sobat lamaku ketika aku masih SMP. Kami sudah hampir 13 tahun tidak ketemu. Pesan dalam SMS itu membuatku merenung. SMS itu berbunyi kurang lebih seperti ini:"Pie Don kabare? Bolehkah aku bertanya? Aku ingin kau berbagi kiat sukses yang telah kau capai". Aku termenung karena aku sendiri tidak tahu sebenarnya sukses apa sih yang sudah kudapatkan. Mungkin temenku itu memandang dari sisi materi. Tetapi segera kubuang pikiran itu karena secara materi aku juga belum sukses. Aku sendiri mengartikan bahwa sukses dicapai bukan dari materi yang sudah kita dapatkan tapi sukses adalah kemampuan kita menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Dari definisiku tersebut aku juga merasa belum sukses, bahkan jauh dari sukses. Aku belum bisa menyelesaikan masalah-masalah. Jangankan masalah bangsa dan negara, masalah-masalahku sendiri saja aku belum bisa mengatasinya. Aku terlalu lemah untuk bisa menyelesaikan masalah-masalahku. Aku terlalu lama hanyut dalam rasa rendah diri, aku hanyut dalam rasa pesimis. Belum-belum sudah bilang tidak bisa, tidak PD aku jadinya.

Kamis, 01 Oktober 2009

Gempa

Tak lama berselang setelah gempa tasikmalaya, gempa kembali melanda bumi pertiwi. Rabu tgl 30 September 2009 tepatnya pukul 17.16 gempa melanda wilayah Sumatera Barat dan Sekitarnya. Kekuatan gempa tercatat 7,6 scala richter. Gak bisa membayangkan bagaimana kondisi saat itu. Waktu gempa tasikmalaya saja dengan kekuatan 7,3 scala richter yang jaraknya jauh dari Jakarta saja kami yang ada di Jakarta merasakan guncangan yang sangat dasyat. Saya masih ingat betul, waktu itu saya berada di lantai 13 Gedung Bertingkat. Suasana pada saat itu sangat mencekam. Orang-orang berebut untuk keluar dari gedung tersebut lewat tangga darurat. Bisa dibayangkan bagaimana kepanikan pada waktu itu. semua orang beristighfar, semua meminta perlindungan kepada Allah. jalan kaki saja harus pegangan karena goyangan sangat terasa di gedun bertingkat. Alhamdulillah kami yang ada di gedung tersebut masih dalam lindungannya.